Dana BOS untuk Makan Siang Gratis Boleh Saja, Asal…

SHARE  

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menghadiri simulasi progam makan siang gratis hari ini, Kamis (29/2).
Simulasi makan siang gratis dilakukan di SMP Negeri 2 Curug, Kab. Tangerang, Banten. Foto: Ardi Suratman

Jakarta, CNBC Indonesia –¬†Ketua Dewan Pakar Federasi Serikat Guru Seluruh Indonesia (FSGI) Retno Listyarti mengatakan usul penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk biaya makan siang gratis bisa saja dilakukan.

Asalkan hanya mekanismenya yang dipinjam alias sebagai dana talangan, bukan anggarannya yang digunakan untuk membiayai makan siang ala calon presiden Prabowo Subianto tersebut.

“Jadi kalau mekanismenya saja yang dipinjam tidak apa-apa, tapi kalau dananya yang diambil akan menggerus dana pendidikan, itu yang menjerit sekolah dan guru,” kata Retno dikutip Selasa, (5/3/2024).

Sebelumnya, ide pembiayaan makan siang gratis menggunakan Dana BOS mencuat ketika pemerintah melakukan simulasi di SMPN 2 Curug, Kabupaten Tangerang. Dalam kesempatan itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan dana BOS bisa menjadi saluran bagi pemerintah untuk membiayai makan siang gratis.

Baca: Kekhawatiran Besar Guru Soal Makan Siang Gratis: Menu!

Tenaga Ahli Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Ahmed Zaki juga mengatakan hal serupa. Dia mengatakan pemerintah dapat menggunakan BOS afirmatif atau BOS spesifik untuk mekanisme pembiayaan program ini. Menurut dia, penggunaan skema BOS afirmasi atau BOS spesifik akan mudah diawasi.

Retno menuturkan apabila program yang diusung pasangan Prabowo-Gibran Rakabuming Raka itu menggunakan Dana BOS, maka bisa dipastikan akan berdampak pada layanan pendidikan. Selain itu, kata dia, penggunaan dana BOS afirmatif juga tidak mungkin dilakukan lantaran dana tersebut hanya diberikan kepada sekolah-sekolah berkategori terluar dan tertinggal.

Menurut dia, penggunaan skema dana BOS spesifik jauh lebih memungkinkan. Namun dengan skema tersebut, kata dia, berarti pemerintah harus menambah jumlah anggaran BOS dari yang saat ini ada. Retno menuturkan dana BOS saat ini besarnya sejumlah Rp 59,08 triliun.

Baca: Soal Makin Banyak BPR yang Berguguran, Bos OJK Respons Begini

Apabila anggaran untuk makan siang gratis berjumlah Rp 450 triliun setahun, maka pemerintah harus menambahkan total anggaran untuk BOS menjadi Rp 500 triliun. “Kalau memang skema BOS spesifik yang digunakan, maka harus ada peningkatan anggaran untuk BOS mencapai Rp 500 triliun,” kata dia.

Mantan Kepala Sekolah SMAN 3 Jakarta ini mengatakan dengan cara itu, berarti pemerintah hanya menggunakan skema Dana BOS untuk membiayai makan siang gratis, bukan memangkas dananya. Dia menilai cara itu bisa dipakai karena tidak akan mengganggu biaya bantuan untuk pendidikan.

“Kalau begitu sekolah bisa tetap jalan, guru honorer tetap bisa dibayar, dan alat tulis serta kegiatan sekolah siswa masih tetap bisahttps://trukgandeng.com/ jalan,” tuturnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*