Laut Merah Makin Panas, Rusia & China Bentrok dengan AS-Inggris

SHARE  

Asap mengepul dari Marlin Luanda, kapal dagang, setelah kapal tersebut dihantam oleh rudal anti-kapal Houthi, di lokasi yang disebutkan sebagai Teluk Aden, dalam gambar selebaran yang dirilis 27 Januari 2024. (@indiannavy via X/Handout via REUTERS) Foto: Serangan ke kapal-kapal di Laut Merah (via REUTERS/@INDIANNAVY VIA X)

Jakarta, CNBC Indonesia¬†– Rusia dan China bentrok dengan Amerika Serikat (AS) dan Inggris soal Laut Merah. Kedua negara itu mengklaim Washington dan London telah “secara ilegal” menyerang situs militer yang digunakan oleh Houthi Yaman untuk meluncurkan rudal ke kapal komersial di Laut Merah sehingga mengganggu pengiriman global.

Wakil Dubes Rusia untuk PBB Dmitry Polyansky dan Ytusan China untuk PBB Zhang Jun berpendapat bahwa Dewan Keamanan (DK) PBB tidak pernah mengizinkan tindakan militer terhadap Yaman. Tindakan itu bahkan tidak seharusnya terjadi.

PILIHAN REDAKSINATO ‘Kalang Kabut’, Putin Klaim Kemenangan Baru Perang Rusia-UkrainaRamai-Ramai Media China Sorot Kemenangan Prabowo, Ada Apa?Putin Undang Hamas ke Rusia, Bantu Lawan Israel di Perang Gaza?

“Moskow dengan tegas mengutuk serangan dan penyitaan kapal komersial dan … segala serangan yang menghambat kebebasan navigasi,” kata Polyansky seperti dikutip dari Associated Press (AP News) pada Senin (19/2/2024).

Dia mengatakan Rusia telah menyampaikan pesan kepada para pemimpin Houthi. Moskow telah meminta kelompok itu untuk fokus pada agenda domestik Yaman dan mengupayakan perdamaian.

Sementara itu, Wakil Duta Besar (Dubes) AS Robert Wood dan Dubes Inggris Barbara Woodward membantah serangan itu ilegal. Mereka menyebut tindakannya sebagai “bela diri yang proporsional dan sah” terhadap pemberontakan Yaman.

Woodward mengatakan serangan Houthi telah meningkatkan biaya pengiriman global, termasuk biaya pasokan makanan dan bantuan kemanusiaan di wilayah tersebut. Serangan, kata dia, adalah respons terhadap serangan Houthi yang bertujuan untuk mengganggu dan menurunkan kemampuan kelompok itu “untuk melanjutkan serangan sembrono mereka terhadap kapal dan kapal komersial di Laut Merah, Selat Bab al-Mandeb, dan Teluk Aden”.

Wood juga menuduh Houthi mencoba menerapkan pembatasan terhadap pelayaran global melalui Laut Merah. Ia pun mendesak semua negara, terutama negara-negara yang memiliki jalur langsung ke Iran, untuk menekan para pemimpin Teheran mengendalikan Houthi. 

Iran tidak dapat menyangkal perannya dalam memungkinkan dan mendukung serangan yang dilakukan oleh Houthi,” katanya.

Sebelumnya, utusan khusus PBB untuk Yaman Hans Grundberg menjanjikan upaya untuk memulihkan perdamaian di Yaman. Namun ini telah diperlambat oleh meningkatnya ketegangan regional terkait dengan perang di Gaza dan “khususnya eskalasi militer di Laut Merah”.

Sejak November, pemberontak Houthi telah menargetkan kapal-kapal di Laut Merah untuk menuntut gencatan senjata dalam serangan Israel di Gaza. Mereka sering menyerang kapal-kapal, bahkan yang memiliki hubungan lemah atau tidak jelas dengan Israel.

Hal ini dianggap membahayakan pelayaran di jalur utama perdagangan antara Asia, Timur Tengah, dan Eropa. Dalam beberapa minggu terakhir, AS dan Inggris, yang didukung oleh sekutu lainnya, telah melancarkan serangan udara yang menargetkan persenjataan rudal Houthi dan meluncurkan https://trukgandeng.com/lokasi serangannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*