LPEI Biayai Anak Usaha INKA Ekspor Ratusan Gerbong KA ke Selandia Baru

SHARE  

Gerbong kereta barang buatan anak usaha INKA diekspor ke Selandia Baru. (Dok. LPEI) Foto: Gerbong kereta barang buatan anak usaha INKA diekspor ke Selandia Baru. (Dok. LPEI)

Jakarta, CNBC Indonesia – Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI)/Indonesia Eximbank menggelontorkan pembiayaan senilai US$ 11,9 juta kepada PT INKA Multi Solusi (IMS), anak usaha PT INKA (Persero) untuk memproduksi ratusan gerbong kereta barang yang akan diekspor ke Selandia Baru.

Dana yang digelontorkan Special Mission Vehicle Kementerian Keuangan itu akan digunakan untuk memproduksi gerbong kereta barang bertipe container flat top (CFT) wagon pesanan UGL Australia. Gerbong-gerbong itu nantinya akan dioperasikan oleh Kiwi Rail sebagai pengguna akhir di Selandia Baru.

Baca: Bukan Jepang! RI Impor Kereta dari China, Bekas atau Baru?

Total fasilitas pembiayaan senilai US$ 11,9 juta kepada IMS itu terdiri dari fasilitas pembiayaan sebesar US$ 7,7 juta dan fasilitas penjaminan sebesar US$ 4,2 juta. Dukungan ini diberikan melalui skema Penugasan Khusus Ekspor (PKE) Alat Transportasi (ATP) sesuai dengan Keputusan Menteri Keuangan (KMK) No. 406/2021 tahun 2021. Adapun total pesanan Kiwi Rail kepada IMS sebanyak 450 gerbong yang akan diselesaikan hingga November 2024.

“Capaian ini tentunya akan meningkatkan reputasi Indonesia sebagai sebuah negara produsen gerbong kereta api berkualitas dunia,” kata Direktur Pelaksana Bidang Pengembangan Bisnis LPEI, Maqin U. Norhadi melalui keterangan tertulis, Kamis (1/2/2024).

PT INKA (Persero) sebagai BUMN pemilik IMS pun memastikan, pesanan ratusan gerbong kereta barang oleh UGL Australia untuk digunakan di Selandia Baru ini akan dibuat dengan kualitas terbaik. Sebab, negara itu memiliki seleksi kualitas yang ketat untuk setiap barang yang masuk.

“Ini membuktikan bahwa INKA grup bisa berkontribusi di kancah luar negeri terutama untuk pasar-pasar yang quality sensitive. Kami beranggapan bahwa pasar Selandia Baru merupakan pasar yang tingkat memiliki quality sensitive yang cukup tinggi,” kata Direktur Operasi PT INKA (Persero) I Gede Agus Prayatna.

Gerbong kereta barang buatan anak usaha INKA diekspor ke Selandia Baru. (Dok. LPEI)Foto: Gerbong kereta barang buatan anak usaha INKA diekspor ke Selandia Baru. (Dok. LPEI)
Gerbong kereta barang buatan anak usaha INKA diekspor ke Selandia Baru. (Dok. LPEI)

PT IMS mendapatkan pesanan sebanyak 450 gerbong barang CFT senilai US$ 17 juta dari UGL Australia. Sejumlah 60 unit dari 450 gerbong datar akan dikirim menuju Selandia Baru untuk batch pertama pada 31 Januari 2024.

Gerbong datar buatan IMS untuk UGL Australia berupa underframe tanpa instalasi komponen bogie dan coupler. Adapun spesifikasi umum gerbong dibagi menjadi dua tipe yaitu ukuran 40ft dan 50ft yang didesain UGL dengan berat kosong sekitar 15,2-17,2 ton dengan maksimum daya angkut 62,9 ton.

Gerbong dikirim menggunakan kapal dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya menuju Port Chalmers, Selandia Baru.

Baca: Tak Mau Kalah dari Jakarta, Bogor Bakal Punya Kereta Modern Ini

Dukungan LPEI terhadap industri strategis nasional melalui program PKE telah mencapai Rp1,1 triliun. Khusus PKE Alat Transportasi, LPEI telah memberikan fasilitas pembiayaan dan penjaminan kepada PT Dirgantara Indonesia senilai US$ 55,9 juta untuk mendukung proyek pengadaan 6-unit pesawat NC212i yang dipesan Department of National Defense/Armed Forces of Philippines (DND/AFP).

Selain itu, LPEI juga memberikan fasilitas pembiayaan dan penjaminan kepada PT Nusantara Turbin Propulsi (PT NTP), untuk mendukung pelaksanaan kontrak pemeliharaan pesawat dengan total fasilitas sekitar US$ 1,46https://trukgandeng.com/ juta.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*