Sstt… Ada Bos Besar Pemasok Sepatu Adidas-Nike Eks Impor, Siapa?

SHARE  

Penjualan sepatu bekas impor masih marak di Pasar Senen, Jakarta Pusat. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky) Foto: Penjualan sepatu bekas impor masih marak di Pasar Senen, Jakarta Pusat. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Jakarta, CNBC Indonesia – Sudah satu tahun sejak pemerintah menggerebek kios-kios penjual pakaian dan sepatu bekas impor di Pasar Senen Blok III, Jakarta Pusat. Hal ini sebagai upaya memberantas peredaran barang bekas impor di tanah air.

Pada saat itu, Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan dan Menteri Koperasi dan UKM (MenkopUKM) berjanji akan mengejar penyelundup dari barang-barang bekas impor ilegal dan mengizinkan para pedagang untuk tetap bisa menjual sisa stok dagangannya sampai habis. Namun demikian, berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di lokasi hari ini, Selasa (30/1/2024), ternyata stok sepatu bekas impor berbagai merek terkenal seperti Adidas dan Nike itu masih dijual bebas.

Baca: Sepatu Nike-Adidas Eks Impor Masih Dijual Bebas, Harganya Bikin Kaget

Tidak hanya di kios-kios para pedagang yang masih dipenuhi stok barang bekas, bertumpuk-tumpuk bal pres juga ditemui di sejumlah gudang penyimpanan.

Berdasarkan pengakuan salah seorang pedagang, Medi, ia mengaku dirinya hanya berjualan saja, dan membeli barang dagangannya dari distributor. Ia menyebut ada seorang bos yang menyuplai sepatu-sepatu bekas yang dijualnya tersebut.

Dia bercerita, rantai pasok thrifting sangatlah panjang dan besar. Pedagang yang ada di Pasar Senen, ujarnya, hanyalah pedagang biasa atau pelaku usaha mikro, yang juga membeli barang-barang bekas dari pelaku rantai tersebut.

Penjualan sepatu bekas impor masih marak di Pasar Senen, Jakarta Pusat. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Foto: Penjualan sepatu bekas impor masih marak di Pasar Senen, Jakarta Pusat. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Penjualan sepatu bekas impor masih marak di Pasar Senen, Jakarta Pusat. (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

“Saya gak tahu itu barangnya dari mana, buktinya ini stok nggak habis-habis nih. Kalau berbicara thrift itu lingkupnya gede lho. Kalau saya yang cuma dagang, yang saya tahu selagi ada barang ya saya dagang dong. Intinya yang penting saya nggak ngerugiin siapa-siapa. Ini saya beli, ada bos nya lagi,” ungkap Medi saat ditemui CNBC Indonesia di lokasi.

Medi pun tak menampik sepatu bekas yang dijualnya memang berasal dari luar negeri, atau barang bekas impor. Namun, dia mengaku tidak tahu-menahu bagaimana caranya barang tersebut bisa masuk ke Indonesia. Menurut dia, seharusnya pemerintah lah yang lebih tahu bagaimana barang-barang tersebut bisa masuk ke dalam negeri.

“Yang saya tahu kan sepatu atau pakaian-pakaian itu kan dari luar (negeri), itu yang saya tahu. Karena yang saya tahu di Indonesia itu nggak ada packingan yang begini-begini itu nggak ada. Nah kenapa itu bisa masuk dari luar sampai ke sini? Kan pemerintah yang lebih tahu,” tutur dia.

Baca: Pedagang Pasar Senen Curhat Kenapa Masih Jual Sepatu Bekas Impor

“Kayak kamu deh misalnya dagang ini sekian-sekian, memangnya kamu tahu itu barangnya dari mana? Kan nggak, ya sama saya juga begitu. Yang saya tahu, saya dagang, saya aktivitas, saya nyari rejeki, sudah selesai,” lanjutnya.

“Saya gak tahu, saya kan cuma dagang doang di sini. Bos (importir)-nya saja saya nggak tahu siapa, tapi memang ada semacam distributor,” ujar https://trukgandeng.com/Mamat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*