BMKG Ungkap Ramalan Cuaca di RI Tahun 2024, El Nino Beneran Berakhir?

SHARE  

BMKG Foto: Farih Maulana/detikcom

Jakarta, CNBC Indonesia РBadan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi El Nino Southern Oscillation (ENSO) akan melemah dan berangsur ke kondisi netral pada tahun ini. 

Berdasarkan laporan Climate Outlook 2024 atau Pandangan Iklim 2024 yang dirilis BMKG, indeks El Nino diprakirakan akan berada pada kisaran anomali +0,94 hingga +0,06 atau lemah hingga netral.

Menurut BMKG, El Nino akan berada di fase lemah dengan indeks ENSO bernilai 0,94 pada Januari, Februari, dan Maret 2024 mendatang. Memasuki Maret, April, dan Mei 2024, indeks ENSO akan melemah hingga 0,46 alias netral.

“Fase Netral akan bertahan hingga akhir tahun 2024,” tulis BMKG dalam laporannya, dikutip Senin (29/1/2024).

Baca: Usai Dihantam El Nino, Petani Bakal Dihajar La Nina? Ini Kata BMKG

“Namun, terdapat peluang kecil bahwa ENSO akan berkembang menjadi fase La Nina pada semester kedua 2024,” lanjut laporan BMKG.

Jika melihat faktor ENSO yang diprediksi akan beralih menuju netral pada Maret, April, dan Mei 2024, BMKG menyebutkan curah hujan tahunan di Indonesia sepanjang 2024 cenderung normal.

“Pertimbangan lainnya karena kondisi El Nino lemah di periode musim hujan sudah tidak berdampak bagi curah hujan di Indonesia,” ungkap BMKG.

Prakiraan Curah Hujan di Indonesia Sepanjang 2024

Dalam outlook yang dirilis pada 21 Januari 2024 itu, BMKG mengungkapkan, pada awal tahun hingga kuartal pertama 2024, curah hujan pada musim hujan diprediksi normal, kecuali Indonesia bagian selatan yang diprediksi di bawah normal.

Sementara itu, curah hujan pada kuartal kedua, yakni awal musim kemarau diprediksi secara umum normal pada pertengahan tahun.

“Lalu awal musim hujan pada kuartal ketiga hingga akhir tahun diperkirakan berada pada kecenderungan lebih rendah dari normalnya,” tulis BMKG.

Meskipun secara umum curah hujan diprediksi normal, BMKG memperingatkan sejumlah wilayah di Indonesia berpotensi mengalami curah hujan tahunan tinggi, yakni lebih dari 2.500 mm per tahun.

Adapun, kawasan yang mendapat “warning” dari BMKG terkait curah hujan tahunan tinggi ini adalah pegunungan bukit barisan, Sumatra; sebagian Riau; sebagian Jambi; sebagian Sumatra Selatan; sebagian Jawa Barat; sebagian Jawa Tengah; sebagian besar Kalimantan; Sulawesi bagian tengah; Kepulauan Maluku; dan sebagian besar Papua.

Baca: 7 Kota Paling Gersang di Dunia, ada yang tidak Hujan 500 Tahun Lho….

Suhu Lebih Hangat

Dalam laporan yang sama, BMKG menyebutkan suhu udara permukaan rata-rata bulanan di wilayah Indonesia mulai Januari hingga Desember 2024 diprediksi lebih hangat jika dibandingkan dengan periode 1991 hingga 2020, yakni antara 0,23 derajat Celsius hingga 0,36 derajat Celsius dengan rata-rata sebesar 0,3 derajat Celsius.

Selain itu, meskipun kemarau 2024 diprediksi berlangsung normal, BMKG menyebut sejumlah wilayah berpotensi mengalami kekeringan karena memiliki curah hujan yang lebih rendah.

Adapun, kawasan yang berpotensi mengalami kekeringan adalah sebagian Lampung, sebagian Jawa, sebagian Bali, sebagian Nusa Tenggara Barat (NTB), sebagian Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Papua bagian https://trukgandeng.com/selatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*