Kemendag: Harga Beras Sudah Tak Ada Gejolak, Tapi Masih Tinggi

SHARE  

Pekerja melakukan pengemasan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di gudang Bulog Kanwil Jakarta Banten di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (17/10/2023). Beras SPHP bertujuan untuk menurunkan harga beras di pasaran. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman) Foto: Pekerja melakukan pengemasan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di gudang Bulog Kanwil Jakarta Banten di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (17/10/2023). Beras SPHP bertujuan untuk menurunkan harga beras di pasaran. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

Jakarta, CNBC Indonesia – Sekretaris Jenderal Kementerian Perdagangan (Kemendag) Suhanto tak menampik ihwal kenaikan harga yang terjadi pada komoditas beras saat ini masih tinggi, namun menurutnya kenaikan tersebut kini sudah tidak bergejolak.

“Kalau harga beras kan posisi nya sudah tidak ada gejolak, memang posisinya masih tinggi tapi kan nggak ada kenaikan lagi,” kata Suhanto saat ditemui di Kantor Kemendag, Jakarta, Jumat (12/1/2024).

Baca: Tok! Stok Pangan Pemerintah Tahun 2024 Ditetapkan Minimal Segini

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Bayu Krisnamurthi mengakui harga beras saat ini memang stabil tapi masih tinggi. Dia pun menyebut, program bantuan pangan 10 kg per kg per bulan yang diberikan kepada 21 juta lebih keluarga penerima manfaat (KPM) belum mampu menekan harga beras. Padahal, imbuh dia, bantuan pangan sudah berhasil menurunkan inflasi beras.

“Sejak bantuan pangan beras tahap pertama digulirkan pada periode Januari hingga Maret 2023, inflasi beras mengalami penurunan dari 2,63% pada Februari 2023. Ini kemudian turun menjadi 0,70% pada Maret 2023. Penurunan terus terjadi menjadi 0,55% pada April 2023 dan 0,02% pada bulan berikutnya,” katanya saat konferensi tentang Keberhasilan Bantuan Pangan Beras Menahan Laju Inflasi di Jakarta, Kamis (11/1/2024).

Pekerja melakukan pengemasan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di gudang Bulog Kanwil Jakarta Banten di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (17/10/2023). Beras SPHP bertujuan untuk menurunkan harga beras di pasaran. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)Foto: Pekerja melakukan pengemasan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di gudang Bulog Kanwil Jakarta Banten di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (17/10/2023). Beras SPHP bertujuan untuk menurunkan harga beras di pasaran. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)
Pekerja melakukan pengemasan beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) di gudang Bulog Kanwil Jakarta Banten di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa (17/10/2023). Beras SPHP bertujuan untuk menurunkan harga beras di pasaran. (CNBC Indonesia/Faisal Rahman)

“Sedangkan pada Bantuan Pangan CBP (cadangan beras pemerintah) tahap II yang disalurkan dari bulan September sampai Desember, mampu menjaga laju kenaikan harga beras di akhir tahun yang biasanya naik tinggi. Hal ini terlihat dari inflasi beras yang menurun cukup signifikan dari 5,61% pada September 2023 menjadi 0,43% pada Desember 2023,” tambah Bayu.

Baca: Bulog Tak Buru-buru Jor-joran Tumpuk Stok Beras Lokal, Ini Penyebabnya

Hanya saja, ujarnya, harga beras saat ini memang masih tinggi. Seperti diketahui, harga beras terus menanjak naik sejak bulan Agustus 2022 lampau. Dan pada September 2023 terjadi lonjakan signifikan. Sehingga, saat ini tak ada lagi harga beras medium termurah di bawah 12.000 per kg.

Panel Harga Badan Pangan mencatat, harga beras medium hari ini turun Rp50 ke Rp13.260 per kg dan beras premium naik Rp40 ke Rp15.050 per kg. Sepekan lalu, 4 Januari 2024, harga beras premium tercatat di Rp15.010 per kg dan beras medium di Rp13.310 per kg. Data diakses pukul 15.44 WIB.https://knalpotbelah.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*